Jumat, 24 Juni 2011

Rapat Umum Pemegang Saham 165.


Menara 165 Bukan Gedung Biasa

Presiden Direktur ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan, Menara 165 bukan seperti gedung biasa yang tujuannya hanya untuk mencari laba. Mushala yang ada di Menara 165 bukanlah mushala biasa, yang hanya tempat untuk shalat. Lantainya pun bukan lantai biasa, karena ada 25 lantai yang berisi pesan-pesan spiritual untuk menjadikan Allah di atas segala-galanya.
“Kalau dulu orang punya gedung untuk dimiliki, tapi Menara 165 ini dibangun justru untuk generasi masa depan. Indonesia diyakini akan menjadi negara besar. Kita tidak ingin Indonesia bangkit menjadi negara hebat, tapi tidak beragama. Ketika Menara ini jadi, maka pesan moral lebih banyak bicara daripada fungsi gedung ini,” kata Ary lagi pada acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Grha 165 Tbk, di Menara 165, Cilandak, Jakarta, Rabu (22/6).
Ary menjelaskan, “Mendirikan gedung Menara 165 adalah pekerjaan kita bersama, ini bukanlah pekerjaan perorangan, tapi kita semua yang telah mengerjakan ini secara bersama-sama.” 
Ary menambahkan, pihaknya punya impian yang disebut Indonesia Emas. Di suasana carut marut Indonesia, pihaknya ingin terus mencoba menjaga semangat dan motivasi bahwa Indonesia Emas akan lahir.
"Ketika berita-berita di media massa membuat hati remuk redam seolah tiada harapan, tapi kami bersama-sama para alumni tetap bergerak untuk memberikan solusi. Ketika Menara ini berdiri, paling tidak harapan itu tetap berkobar, semangat tetap bercahaya, dan kami tidak akan pernah mundur untuk terus mewujudkan lahirnya Indonesia Emas," tegasnya.
“Indonesia Emas adalah sebuah cita-cita besar yang tentu harus kita visualisasikan. Semangat kita adalah semangat besar membangun moral bangsa di tengah situasi yang sangat memprihatinkan. Krisis moral yang melanda, karena itu tempat ini untuk membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh membangun peradaban itu,” paparnya.
Ary mengatakan, itulah cara untuk bersama-sama berkontribusi membangun bangsa dan agama untuk mengembalikan kembali bahwa Allah di atas segala-galanya. 165 adalah sebuah simbol dua penyatuan, yaitu cinta kepada Allah dan cinta tanah air.
“Di gedung ini tertulis Pancasila dilahirkan pada tanggal 1, bulan 6, tahun 1945 (165). Di gedung ini juga tertulis 7 Budi Utama sebagai karakter bangsa. Dan juga di puncak Menara tertulis Rukun Iman, Rukun Islam, dan Ihsan (165) yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Saw,” jelasnya.
Ary menerangkan, di dalam gedung ini ada 25 lantai yang melambangkan 25 Nabi. Tak hanya itu, gedung ini juga melambangkan kegiatan ekonomi umat. Di gedung ini ada satu buah lantai milik kaum dhuafa yang keuntungan setiap bulannya akan diberikan untuk kaum dhuafa.
Dalam kesempatan ini Ary menyitir QS Al-Shaff [61]: 10-12), “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”
“Inilah yang membuat kami bertekad terus untuk menegakkan gedung ini, yaitu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Inilah janji Allah dan inilah semangat yang harus ada di hati kita, karena pada akhirnya dunia ini milik Allah dan semua kembali kepada Allah. Kita harus meninggalkan sesuatu untuk bangsa ini. Kami ingin memberikan yang terbaik, memang tidak mudah, tapi kita harus melakukan ini!” katanya penuh semangat.
Acara RUPS PT Grha 165 Tbk ini dihadiri oleh para pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan sampai tanggal 31 Mei 2010 atau kuasanya yang sah dan hadir dalam rapat. Saham PT Grha 165 --sebagai pengelola Gedung Menara 165-- dijual secara terbatas hanya kepada alumni ESQ.
Saat ini sudah tercatat pemegang saham sebanyak 6.399 orang dan badan hukum dengan total aset tahun 2010 sebesar Rp 244.033.636.331,- atau meningkat sebesar 15,19% jika dibandingkan dengan jumlah aset Perseroan pada 31 Desember 2009 yang sebesar Rp 211.851.893.137,-
Gedung Menara 165 akan menjadi landmark, karena mengandung unsur-unsur spiritual dengan sebuah tower utama yang mempunyai 25 lantai berfungsi sebagai pekantoran, hotel, dan gedung pertemuan (convention center) yang sebagian besar akan berfungsi untuk penyelenggaraan Training ESQ. (tino/sym)sumber..esq-news.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar